International Conference – Pandemic of Humanity: Memory, Creativity, and Solidarity

Ciputat- 11-13 Agustus 2021 – Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta, Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta, Dirjen Kebudayaan, University New South Wales (UNSW), Emory University, UNDP, Peace Research Institute Oslo (PRIO), dan Masyarakat Sejawan Indonesia (MSI) mengadakan konferensi international dengan tema “Pandemic of Humanity: Memory, Creativity, and Solidarity” melalui virtual zoom conference dan disiarkan langsung di kanal Youtube Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Konferensi ini dihadiri oleh pembicara dari berbagai negara dengan latar belakang yang berbeda mulai dari Peneliti, Dosen, Pakar, Mahasiswa dan Praktisi. Acara yang berlangsung selama tiga hari, berjalan dengan sukses dan lancar. Antusiasme peserta begitu nampak sejak pembukaan konferensi pada hari Rabu, 11/08/21 dan terus berlanjut pada hari-hari berikutnya hingga penutupan di hari Jum’at, 13/08/21.

Rektor UIN pada sambutan konferensi PANDHUM 2021

Konferensi dibuka oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Prof. Dr. Amany Lubis, Lc., M.A. kemudian dilanjutkan sambutan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora,Saiful Umam Ph.D dan Ketua Pelaksana Prof. Amelia Fauzia,Ph.D. Pada kesempatan ini, rektor menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggara yakni, Fakultas Adab dan Humaniora Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan konferensi internasional ini. “Saya sangat senang dan bangga atas terselenggaranya acara ini, konferensi PANDHUM ini menjadi penting karena mempertemukan para peneliti dan ilmuwan dari berbagai negara dan bidang keahlian tertentu. Sehingga kita bisa belajar banyak dan menyiapkan langkah-langkah apa saja, yang mesti dilakukan ke depan dalam menghadapi wabah Covid-19 yang tak dapat diprediksi kapan selesainya.”

Saiful Umam (Dekan FAH UIN Jakarta)

Saiful Umam dalam sambutannya menyebut bahwa “Tujuan dari konferensi ini adalah untuk mengeksplorasi upaya manusia untuk menyelamatkan nyawa orang-orang dari pandemi. Melalui cara-cara mengkaji sejarah tentang pandemi pada masa lalu dan bagaimana cara mengatasinya, hingga berbagai inovasi kekinian dalam teknologi medis, transportasi, pendidikan, tafsir keagamaan, dan sebagainya.” Ditambahkan pula oleh Amelia Fauzia bahwa konferensi ini dilakukan dalam rangka untuk melihat solidaritas atau ketegangan diantara aktor-aktor lain yang tak terbatas pada otoritas pemerintahan dan pakar medis saja, namun juga masayarakat sipil yang lebih luas seperti pemuka agama, dan warga sipil dalam menanggapi pandemi.

Prof. Amelia Fauzia (Ketua Pelaksana PANDHUM 2021)

Konferensi ini membahas persoalan pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia sejak tahun lalu hingga saat ini. Pandemi dan kemanusiaan merupakan dua hal yang saling terkait satu sama lain. Kemanusiaan, humanisme, dan paham kemanusiaan sangat krusial dalam upaya penanganan pandemi atau bencana. Dalam perspektif ilmiah pandemi tak melulu soal malapetaka dan kesuraman, akan tetapi juga menjadi momen penting untuk membuktikan dan mengevaluasi bagaimana ummat manusia telah berkembang atau menyimpaang terhadap masalah ini. Dengan pandemi ini kita menyebut istilah yang tak hanya berurusan dengan penderitaan anatomis, tetapi juga dengan krisis non-fisik mencakup aspek sosial, politik, dan ekonomi yang mempengaruhi seluruh negara, benua atau dengan kata lain seluruh dunia.

Selain itu pandemi yang masih berlangsung ini sebagai momentum untuk meninjau kembali soal kemanusiaan, dan kajian tentang humaniora untuk menjelaskan kompleksitas pandemi serta dampak multidimensinya. Dengan latar belakang tersebut konferensi ini disambut baik dengan respons tulisan yang terkumpul dalam bahasa Inggris dan Arab dari beragam background disiplin ilmu untuk melihat bermacam pola humaniora menyikapi pandemi ini.

Para presenter atau narasumber dalam konferensi ini berasal dari berbagai negara yang papernya telah diterima dan diseleksi oleh para reviewer sehingga lolos untuk dipresentasikan pada acara puncak dari 11-13 Agustus 2021. Konferensi ini terbagi menjadi sepuluh sub-tema dan spesial panel yang diantaranya terdapat paparan soal editing dan publikasi jurnal serta “Coaching Clinic untuk Ph.D candidate”.

Para pembicara dalam kenferensi ini merupakan para tokoh penting dalam bidang keahliannya, mengundang Keynote speakers seperti Prof. Azyumardi Azra (Cendikiawan Muslim), Hilmar Farid, Ph.D (Dirjen Kebudayaan RI), Dr. Ellen L Idler (Emory College, US) serta pembicara lain seperti Dr. Kaja Borchgrevink (PRIO, Norway), Assoc. Prof. James Bourk Hoesterey dan Assoc. Prof. Minako Sakai (School of Humanities and Social Science UNSW) serta para narasumber lainnya.

Para peserta yang hadir di Pandhum 2021

Acara di tiap sesi mendapat antusiasme yang luar biasa dari para peserta, mereka dapat memilih sesuka hati akan panel-panel yang tersedia berdasar tema yang telah ditentukan oleh panitia. Dari seluruh panel yang diatur panitia selalu terisi minimal dua puluhan participant yang berasal dari beragam latar, mulai mahasiswa, dosen, guru, akademisi, praktisi dan lain-lain. Diskusi yang berjalan menghasilkan saran dan rekomendasi untuk perbaikan penanganan dan antisipasi meluasnya pandemic juga cara-cara dalam menghadapinya.

Pandemi memang banyak menimbulkan masalah, kesulitan dan korban jiwa, namun ternyata pandemic juga membawa sejumlah penemuan, misalnya dengan berdirinya beberapa lembaga filantropi, dan memotivasi masyarakat untuk lebih berempati kepada orang-orang yang terkena dampak.

Konferensi ini dijadikan momentum melihat kembali studi humaniora dan relevansi studi untuk menjelaskan kompleksitas pandemi dan dampak multidimensinya. Bagaimana sikap solidaritas atau ketegangan di masyarakat luas – tidak terbatas pada otoritas pemerintah dan pakar medis saja, melainkan juga masyarakat sipil, baik tokoh atau pemimpin agama dan warga biasa- dalam menanggapi pandemi menjadi isu-isu penting yang disoroti.