Mengajar dan belajar Islam di Timur dan Barat

Melihat perkembangan Islam sebagai sebuah pembelajaran yang berpengaruh dalam dunia modern, membuat banyak literatur serta lembaga pendidikan berfokus kepada studi Islam. Studi Islam secara signifikan sangat penting dikaji dalam melihat keadaan manusia yang sama dengan nilai-nilai kontemporer yang bisa di analisis dengan pendekatan sejarah, budaya maupun politik. Lebih dari itu, ini menunjukan bahwa tampaknya ada peningkatan minat baik di dalam maupun di luar terkait dengan studi Islam. Dengan argumen tersebut, Prodi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam mengadakan kuliah umum dengan topik berjudul “Teaching and Learning Islam in the East and the West”. Menghadirkan salah seorang akademisi yang ahli terhadap bidang Read More …

Petuah Sang Begawan: Taufik Abdullah dan Masa Depan Sejarawan Peradaban Islam

Terbit di: dalam Susanto Zuhdi et al. (editor), 85 Tahun Taufik Abdullah: Perspektif Intelektual dan Pandangan Publik, Yayasan Obor Indonesia, h. 147-152. (Photo: AMINEF) Endi Aulia Garadian 9 November 2021 “Endi, kamu mau menulis tentang Pak Taufik Abdullah?”, ucap seorang guru dan mentor, pak Jajat Burhanudin. “Kita butuh pandangan millenial tentang beliau nih”, lanjut Pak Jajat. Rencananya, akan ada penulisan buku sebagai bentuk sagu hati untuk Pak Taufik Abdullah. Para sahabat, kolega, dan murid-murid Pak Taufik Abdullah akan memberikan persembahan terbaik di umurnya yang ke 85, imbuhnya. Seketika itu, mulut saya spontan mengiyakan permintaan tersebut. Selain datang langsung dari seorang Read More …

Why History Matters in Preventing Violent Extremism: Some Lessons from Teaching History

The destruction of the Ahmadiyya Mosque in Sintang. (Photo: CNN Indonesia) Endi Aulia Garadian 19 October 2021 Story of the past (history) is a repository of moral and virtue. From history, we can learn many virtuous chronicles that can be visited. One of the paragons, inter alia, is Soekarno, first president of Indonesia. On his oration in 1945, Soekarno said charismatically that “let us [Indonesian] perform, perform the religion, both Islam and Christianity in a civilized manner. What is civilized? It is respectful of each other [faith].” Indeed, his oration was magnificent, since it was venerating the differences and taught Read More …